Bupati Takalar Matangkan Rencana Pembangunan PLTS 100 MW bersama PLN Pusat
Diskominfo-Sp, 30 Oktober 2026
Komitmen untuk menghadirkan investasi energi bersih di Takalar terus diperkuat Bupati Takalar Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, M.M.
Bupati Daeng Manye melakukan pertemuan langsung dengan manajemen PT PLN (Persero) Pusat guna membahas pematangan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 MW di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.
Pertemuan berlangsung di Kantor Pusat PLN di Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis 29 Oktober 2026.
Hadir dari pihak PLN, Executive Vice President LPT PLN Pusat Syamsul bersama jajaran Divisi LDS, LPT, MEB, RSL serta perwakilan UID Sulselrabar yang meliputi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat.
Sementara Bupati Takalar hadir didampingi Sekretaris Daerah dan para Asisten Setda Kabupaten Takalar.
Agenda utama pertemuan adalah menyamakan persepsi dan mengecek progres perencanaan PLTS 100 MW, termasuk memetakan apa saja yang perlu disiapkan sebelum proyek masuk ke tahap selanjutnya.
Pemkab Takalar dalam pertemuan tersebut menegaskan kesiapannya untuk mendukung proyek strategis ini, khususnya untuk hal-hal teknis dan administratif yang menjadi kewenangan daerah.
Menurut Pemkab, berbagai dokumen dan kesiapan awal yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah telah disiapkan agar koordinasi berjalan lebih lancar dan tidak menimbulkan hambatan di kemudian hari.
Selain PLN Pusat, rencana PLTS ini juga melibatkan PT Perkebunan Nusantara (PTPN), terutama terkait pemanfaatan lahan dan aset pendukung.
Jika berjalan sesuai rencana, PLTS 100 MW di Takalar akan menjadi salah satu proyek energi surya terbesar di Sulsel. Proyek ini diharapkan mampu memperkuat pasokan energi bersih sekaligus memberi dampak positif bagi perekonomian lokal.
Dampak ekonominya diperkirakan akan terbuka pada fase konstruksi hingga operasional, mulai dari penyerapan tenaga kerja lokal hingga tumbuhnya usaha-usaha penunjang di sekitar proyek. Meski begitu, besarannya akan disesuaikan dengan final desain dan kebutuhan teknis proyek.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Takalar dalam mendukung program transisi energi dan pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang dicanangkan pemerintah pusat.
Bupati Takalar Daeng Manye menyampaikan bahwa pertemuan ini penting untuk memastikan semua proses berjalan on the track.
"Ini adalah bentuk keseriusan kami. Kami ingin pastikan sinergi dengan PLN Pusat terus terjaga, dan semua yang menjadi kewajiban Pemda sudah kami siapkan. Tujuannya agar perencanaan sampai pelaksanaan PLTS 100 MW ini bisa berjalan mulus dan sesuai aturan," ungkap Daeng Manye.
Ia menambahkan, Pemkab Takalar menaruh harapan besar agar proyek ini memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
"Kita tidak hanya bicara soal energi bersih, tapi juga tentang manfaat ekonomi, lapangan kerja baru, dan ketersediaan energi untuk mendorong kemajuan Takalar ke depan. Makanya komunikasi dengan PLN dan PTPN akan terus kita intensifkan," pungkasnya.
Pemkab Takalar berharap, melalui koordinasi tiga pihak yakni Pemkab Takalar, PLN Pusat dan PTPN, rencana pembangunan PLTS 100 MW ini dapat segera tuntas dalam tahap pematangan dan segera masuk ke tahapan implementasi sesuai kajian yang berlaku.

