Pemberdayaan nelayan Upaya Mewujudkan Takalar Sejahtera
( Refleksi Ulang tahun Kabupaten Takalar yang 49)
Oleh : Ilham Radi*
A.Latar Belakang
Dalam agenda 21 dinyatakan bahwa salah satu kelompok masyarakat miskin yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah adalah masyarakat nelayan.Kehidupan dan pemenuhan kebutuhan mereka sangat tergantung pada kondisi musim dan keberadaan sumber daya alam tanpa ada kemampuan untuk mengontrolnya.Karena laut,tempat mereka menggantungkan hidup dan kehidupannya merupakan sumber daya alam milik bersama yang jika rusak tidak ada individu yang merasa bertanggungjawab secara pribadi.
Pengelolaan potensi sumber daya laut dan pesisir dirasakan belum optimal sehingga belum dapat meningkatkan kesejahteraan kaum nelayan secara signifikan.Sementara itu ancaman kerusakan terhadap laut dan sumber daya pesisir cenderung memperlihatkan grafik yang meningkat cukup tajam.
Salah satu penyebab utama dari kondisi diatas adalah akibat kegiatan manusia didarat disamping dilaut itu sendiri.Disisi lain,hutan mangrove sebagai cirri khas daerah pesisir juga tidak luput dari kegiatan pembukaan tambak-tambak baru.Berkurangnya fungsi mangrove sebagai habitat komunitas pantai,secara langsung berpengaruh terhadap menurunnya tingkat pendapatan nelayan.
Secara umum bisa dikatakan bahwa komunitas nelayan merupakan salah satu kelompok masyarakat miskin dengan segala atribut yang menggambarkan keterbelakangannya.Kondisi ini juga melekat pada kaum nelayan yang berada diwilayah Kabupaten Takalar,mulai dari Kecamatan Galesong,Sanrobone,Mappakasunggu serta Mangarabombang.Beberapa indikator yang bisa dijadikan tolak ukur antara lain:masih tingginya jumlah nelayan buruh,kondisi permukiman dan lingkungan yang kumuh,masih rendahnya tingkat pendidikan formal serta kualitas kesehatan yang masih rendah.
Khususnya diKabupaten Takalar,program pengentasan kemiskinan yang dicanangkan oleh pemerintah menempatkan kaum nelayan sebagai salah satu sasaran utama.Substansi dari program ini adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan kaum nelayan didaerah ini,agar dapat merasakan secara maksimal pembangunan yang sedang dilaksanakan.
Sebagai upaya memaksimalkan potensi kelautan secara berkesinambungan,maka pemerintah Kabupaten Takalar melakukan upaya-upaya yang diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup nelayan didaerah ini.Apalagi Kabupaten penghasil jagung kuning ini memiliki garis pantai yang cukup panjang yang tentu saja berimplikasi pada banyaknya penduduknya yang bermatapencaharian sebagai nelayan.
Salah satu program yang tengah digalakkan adalah upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat nelayan,baik untuk tujuan jangka panjang seperti rehabilitasi mangrove dan hutan bakau,maupun untuk tujuan jangka penek seperti bantuan kreit dan permodalan untuk usaha pengembangbiakan rumput laut,kredit modal usaha dan bantuan lainnya.
Setelah sekian tahun berjalan,nampaknya program pemberdayaan ini sudah memperlihatkan hasil yang cukup menggembirakan.Hal ini dapat dilihat dari meningkatkanya indeks kesejahteraan masyarakat pesisir,yang dapat dilihat dari kenaikan tingkat pendapatan masyarakat nelayan,tingkat pendidikan dan derajat kesehatan. Hal ini tidak terlepas keseriusan Bupati Takalar Dr.H.Ibrahim Rewa,MM yang senantiasa melahirkan konsep pembangunan yang benar-benar memihak kepada rakyat kecil termasuk kaum nelayan.
B.Kondisi dan fakta
Sebagai Kabupaten yang menjadi penyangga bagi Kota Makassar,diusianya yang ke-49 ini,Kabupaten Takalar terus berbenah diri.Pembangunan infrastruktur seperti:jalan,jembatan,fasilitas umum terus dilaksanakan tanpa melupakan pembangunan sumber daya manusia,khususnya pendidikan.Apalagi Bupati Takalar telah mencanangkan kota Takalar sebagai kota cyber,seperti yang diungkapkan pada saat pencanangan SMAN 1 Takalar sebagai cyber school dikawasan Indonesia Timur oleh PT.Telkom Indonesia.
Disisi lain tidak dipungkiri bahwa masih banyak pembenahan yang perlu dilakukan,khususnya berhubungan dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat desa,kaum tani dan nelayan.
Jika dicermati,kondisi ekonomi nelayan diwilayah peisisir Kabupaten Takalar dikelompokkan menjadi:
Nelayan kaya yaitu nelayan yang mempunyai kapal penangkap ikan sehingga mampu mempekerjakan orang atau nelayan lain tanpa ia ikut bekerja,
Nelayan kaya yang memiliki kapal penangkap ikan tetapi ia sendiri masih ikut bekerja sebagai awak kapal,
Nelayan sedang,yang kebutuhan hidupnya dapat ditutupi dengan pendapatan pokonya dari bekerja sebagai nelayan dan memiliki perahu tanpa empekerjakan tanaga dari luar keluarga,
Nelayan miskin yang pendapatan dari perahunya tidak mencukupi kebutuhan hidupnya sehingga harus ditambah dengan bekerja dibidang lain misalnya disektor informal.
Dari pengkategorian diatas,nampaknya kelompok nelayan miskinlah yang masih mendominasi pada kantong-kantong nelayan diKabupaten Takalar hingga saat ini.Ini menjadi PR bagi kesinambungan upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat nelayan dimasa-masa yang akan datang.
C.Strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat nelayan
Pemberdayaan adalah konsep melekat agar rakyat berkemampuan,sehingga dapat berperan aktif daam pembangunan.Jadi pemberdayaan ekonomi pada hakikatnya adalah suatu upaya untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat.Sebagai upaya pemanfatan potensi kelautan di Indonesia,memberdayakan masyarakat nelayan merupakan salah satu pendekatan yang sangat perlu mendapat perhatian dari semua pihak dan perlu dikaji lebih dalam karena kesadaran masyarakat nelayan terhadap kehidupannya sendiri sangat tergantung pada keberlanjutan sumberdaya laut.
Salah satu langkah yang harus ditempuh untuk mengatasi masalah kemiskinan masyarakat diwilayah pantai(nelayan) adalah pengembangan sektor-sektor kelautan.Hal ini penting karena beberapa alasan yakni potensi sumberdaya laut dan pesisir belum dimanfaatkan secara optimal,pemanfatan laut dan pesisir belum melibatkan masyarakat nelayan dalam upaya peningkatan kualitas hidup mereka.
Nelayan merupakan salah satu pelaku ekonomi usaha kecil pada subsektor perikanan.Dalam mengembangkan usahanya,sampai saat ini usaha kecil masih terus menghadapi tantangan-tantangan yang cukup berat misalnya kemampuan mengakses pasar,permodalan,teknologi serta mutu dan kualitas sumberdaya manusia yang masih rendah.
Upaya positif dan nyata yang dapat dilakukan untuk memberdayakan masyarakat nelayan antara lain:(1)Meningkatkan pendidikan masyarakat nelayan,(2)Penyediaan sarana dan prasarana,(3)Intervensi pemerintah,(4)Penyediaan lembaga-lembaga keuangan untuk memperoleh bantuan kredit,(5)Dengan menggunakan pendekatan agrobisnis dan agroindustri,(6)Menumbuhkembangkan sistim kemitraan. adalahSemua upaya ini akan menjadikan masyarakat nelayan semakin berdaya dalam memanfaatkan peluang-peluang yang ada.
Akhirnya semoga kaum nelayan kita memperoleh kesempatan dan peluang dalam upaya meningkatkan taraf hidupnya,khususnya dalam memanfaatkan sumberdaya laut secara optimal menuju kehidupan yang lebih layak sebagai bagian dari pembangunan secara menyeluruh.Semoga diusianya yang ke-49 tahun saat ini,Kab.Takalar semakin dewasa dalam menghadapi tantangan globalisasi yang mau tidak mau menjadi bagian dari hidup kita.Selamat ulang tahun Takalar,Selamat para pemimpin kami.
*Penulis,alumni Pascasarjana UNM prodi:Kependudukan Dan Lingkungan Hidup,Guru TIK SMAN 1 Takalar.
kirim ke teman | versi cetak